cakrawalabengkulu.com – Paket proyek pembangunan pemecah ombak di Desa Dusun Raja Kecamatan Lais, tampaknya bakal menimbulkan permasalahan. Pasalnya, sejak dimulainya pengerjaan ini tidak diketahui sumber dana. Ini lantaran tidak adanya papan informasi di lokasi realisasi pembangunan akibat abarasi air laut di jalan lintas Sumatera itu.
Wawan, selaku komando pekerja ketika dikonfirmasi mengaku, jika dirinya tidak mengetahui terkait birokrasi realisasi pembangunan pemecah ombak ini.
“Saya disini dipercaya mengomandoi rombongan (Pekerja, red). Untuk sumber anggaran saya kurang tahu, sepertinya dari bencana alam. Saya kurang paham birokrasinya ya, yang bisa menjawab itu site manager,” singkatnya, saat dijumpai dilokasi, Senin (19/12) sore.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Dusun Raja, Suroyo mengklaim, tidak mengetahui anggaran kegiatan itu. Karena, kata dia, plang kegiatan (Papan informasi, red) jumlah anggaran itu tidak dipasang.
“Sumber anggaran dari mana saya tidak tahu. Sampai sekarang juga pihak pekerja belum ada konfirmasi dengan pihak saya maupun pemerintah desa. Tapi pekerjaan sudah dimulai,” ungkapnya.
Kades mengaku, sebelumnya berdasarkan keterangan yang diperoleh, kegiatan pertama dikerjakan oleh pihak Bina Marga PUPR Provinsi Bengkulu. Kemudian, lanjut kades, di tahap kedua nantinya antara bulan Maret sampai Juni, itu dilaksanakan berkesinambungan dengan kegiatan saat ini akan ditangani Balai Sumatera VII.
“Saya harap kegiatan ini dapat dikerjakan secara transparan ke masyarakat ataupun ke publik. Saya mohon plang kegiatan dan jumlah anggarannya disampaikan atau dipasang agar tidak ada kesimpangsiuran. Yang jelas sampai saat ini saya tidak tahu berapa jumlah anggaran pembangunan itu,” pungkasnya. (ab)




