6 Provinsi Desak M Tahril Mundur Dari Ketum PPDI, Karena Banyak Membual Janji

oleh
oleh
Pengurus PPDI

Jakarta, cakrawalabengkulu.com – Dalam Rapat Silaturahmi, Koordinasi dan Konsolidasi Ketua Persatuan Perangkat Desa Indoensia (PPDI) Se Indoensia di hotel Kaisar Jakarta Selatan, jakarta 30 dan 31 Agustus 2024 yang di hadiri oleh ketua Umum PPDI M. Tahril, Wasekjen M Ropik, ketua-ketua PPDI Provinsi SE NKRI, dan undangan lainnya, di hadapan rapat tersebut ada 6 Provinsi yaitu DIY, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Bengkulu, Banten Dan Sumatra Selatan melalui ketuanya masing-masing mendesak ketua umum PP PPDI M Tahril untuk mundur dari jabatannya sebab banyak membual janji dan sudah 2 tahun menjabat kegiatan dalam Program Kerja masih banyak tidak terlaksana bahkan tahun 2024 ini belum ada kegiatan Rapimnas, Rakornas dan Rakernas sebagai mana tertuang dalam AD/ART.

Sebagai mana di sampaikan oleh Ketua PPDI Provinsi DIY Jon Endri mengatakan, karena melihat dan menimbang banyak selama menjabat ketum banyak program kerja tidak terlaksana, dan juga saya sudah 2 kali menyampaiakan program kegiatan tidak ada realisasi, bahkan juga di acara Yogayakarta kami mengundang tim ahli desa membedah Revisi UU Desa supaya status perangkat desa masuk dalam perubahan undang-undang tidak hadir, dan dalam pencegahan status kita tidak masuk, ini membuat kami kecewa, maka dengan ini pak ketum lebih baik mundur secara terhormat dan di gantikan dengan yang bisa dan benar-benar mau ujarnya.
Hal senada juga di sampaikan oleh ketua PPDI Provinsi Banten Yadi Mahendra, kami juga dari provinsi Banten menyarankan agar pak ketum Tahril mundur dari jabatannya karena setiap ada permasalahan di internal PPDI selalu diam, bahkan di grop juga banyak membisu, bahkan saya lihat di Titok Live pak ketum aktif, dan saat saya tanya kenapa di grop diam jawab pak ketum kalau mau butuh saya WA grop saja, inikan tidak mencerminkan seorang bapak dan ketua umum, maka lebih baik mundur secara terhormat ujarnya.
Desakan mundur juga datang dari Provinsi Bengkulu sebagai Mana di sampaikan oleh Ketua PPDI Provinsi Bengkulu Ibnu Majah Amd Kom mengatakan kami melihat niat pak ketum untuk membawa PPDI lebih baik tidak ada, ini seperti ada permasalahan di tubuh PPDI banyak lah diam, kegiatan dalam amanah AD/ART seperti Rapimnas dan Rakornas belum berjalan bahkan udah beberapa kali bentuk panitia namun kegiatan tersebut selalu batal ini seorang ketum tidak mampu ujarnya
Lebih jauh ia mengatakan ketum banyak membawa janji manis namun satupun tidak ada realisasi, sebagai contoh tahun 2024 mau silaturahmi dengan presiden untuk menyampaikan permintaan dari parades yaitu status perangkat desa namun tidak terlaksana, mau buat kegiatan rapimnas belum terlaksana, penguatan PPDI belum terlaksana, bahkan program kerja di susun 2023 di mukernas di Palembang Sumsel tidak ada satu pun berjalan sudah hampir 2 tahun, yang lebih kecewa lagi saat tawaran status perangkat desa apa itu PNS atau P3K di tolak oleh ketum, maka tidak masuk dalam Undang-undang desa, maka dengan hal ini saya harap pak ketum lebih baik mengundurkan diri dan berhenti dari ketum secara terhormat ujarnya


Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua PPDI Jawa Tengah Heri Purnomo, saat ini dalam tubuh internal PP PPDI juga banyak yang rancu, seperti pengurus banyak yang Doble, sedangkan kesempatan rapat di bandung ketua PPDI Kabuapten dan Ketua PPDI Provinsi tidak boleh masuk unsur pengurus PP PPDI namun masih banyak, maka dengan hal ini ketum harus bersikap tegas berhentikan dan ganti doble itu, kalau tidak ini jadi bumerang ujarnya.
M. Vicki ketua PPDI Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan selama pimpinan pak tahril banyak kegiatan gak ada, bahkan juga pengurus PPDI yang belum ada di provinsi tidak berkembang dari dulu itu itulah. Seharusnya mana yang provinsi belum kembangkan jangan itu-itu aja, perkembangan melebarkan sayap tidak ada dan kami di sini kami melihat kegagalan ketum maka bagusnya ketum mengundurkan diri aja ujarnya.
Dalam jawabannya ketum M Tahril menyampaikan permohonan maaf atas belum terealisasinya program kerja dan juga tentang desakan mundur saya tetap bertahan sampai masa jabatan saya Habis 2027. Ujarnya
Apapun masukan dari peserta rapat saya akan terima terutama tentang Rapimnas saya laksanakan dalam waktu dekat ini, dan yang belum terlaksana program kerjanya saya akan jalankan termasuk juga dalam waktu dekat ini saya akan memperbaiki pengurus yang tidak aktif dan doble dalam kepengurusan saya akan perbaiki, serta akan koordinasi dengan ketua provinsi perbaikan organisasi lebih baik. (BKL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.