lntervensi Sensitif Dalam Penanganan Stunting dan Penurunan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Bengkulu Utara

oleh
oleh

BENGKULU UTARA – cakrawalabengkulu.com – Kolaborasi apik empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dalam peningkatan Indek Pembanguan Manusia (IPM), penanganan stunting dan mengentaskan angka kemiskinan ekstrim di Bumi Ratu Samban, Kamis (7/9/2023).

Pantauan media ini, konvergensi dalam peninjauan bantuan tindak lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) terhadap warga Desa Sumber Agung berupa, bantuan fasilitasi rumah tidak layak huni atau bedah rumah dan akses sanitasi MCK sehat, ini dijalankan jajaran empat OPD di BU, dipimpin jajaran Bappelitbangda BU, Dinas Kesehatan BU, Dinas PPKB BU, Dinas Sosial, Baznas dan didukung pihak Kecamatan Arma Jaya serta desa setempat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) BU, Dr Dodi Hardinata, S.Sos, MM, M.Si mengatakan, program bedah rumah merupakan bagian penting dari tindak lanjut rangkaian AKS semester I Tahun 2023, diwilayah kerja Kecamatan Arma Jaya.

“Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bengkulu Utara memberikan prioritas intervensi sensitif terkait dengan kebutuhan tindaklanjut hasil audit stunting di Kecamatan Arma Jaya,” kata Dodi.

Dodi menuturkan, penyediaan bedah rumah ini, pada prinsipnya merupakan salah satu intervensi penyediaan sanitasi layak untuk warga BU yang kurang mampu.

“Dalam kegiatan ini Pemda BU bekerjasama dengan Baznas hadir langsung meninjau kelokasi dan memberikan intervensi yang diharapkan dapat memberikan daya ungkit terhadap upaya prevalensi stunting di Kabupaten Bengkulu Utara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten BU, Nova Hendriani, SKM, MM menjelaskan, penanganan terhadap dua orang anak balita terdeteksi stunting di Desa Sumber Agung berhasil ditangani.

“Dalam mengentaskan angka kasus stunting terhadap dua balita ini telah kita tangani. Penanganan kita berikan dengan merujuk ke rumah sakit, pemberian makanan bergizi tambahan dan fasilitas Jamkesmas. Alhamdulillah saat ini kondisi kedua balita tersebut telah sehat dan ceria kembali,” singkatnya. ( ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *