,

Seolah Mati Suri.. FKKD dan APDESI Bengkulu Utara Hanya Ada Nama

oleh
oleh

Bengkulu Utara, cakrawalabengkulu.com –  Sudah dua Tahun Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Bengkulu Utara berdiri yang diketuai oleh Edi Zen belum ada nampak program yang dilaksanakan.

Hal ini mendapat sorotan dari kepala Desa Se-Kabupaten Bengkulu Utara, bagai mana tidak, salah satu program yang seharusnya rutin dilaksanakan silaturahmi  daerah ke-2 sebagaimana tujuan dari pada FKKD namun hal tersebut tidak di laksanakan, sedangkan program silaturahmi daerah merupakan program yang sangat mudah di adakan namun yang mudahpun tidak terlaksana.

Amrun Zen Kades Balam, kec, Air Padang

Seperti yang di sampaikan oleh Amrun Zen kepala Desa Balam, Kecamatan Air Padang, BU. Minggu 05/5/24 Bahwa FKKD ini seolah mati suri karena tidak ada kabar dan program yang di laksanakan.
” Saya tidak tahu bagaimana perkembangan FKKD saat ini, karena saya selaku kades dan sekaligus ketua forum kades kecamatan Air Padang menilai  FKKD Bengkulu Utara mati suri,  terbukti wacana dilaksanakan SALITDA 2 (dua)  tahun ini hanya sebatas wacana namun tidak ada gerakan akan dilaksanakan” cetus Amrun

Ditambahkan Amrun, “seharusnya ketua FKKD Bengkulu Utara selaku pemegang komando Forum bisa merangkul anggota melalui musyawarah kepada ketua- ketua FKKD Kecamatan dalam mengambil kebijakan,  setiap keputusan yang di ambil berdasarkan kajian dan analisa  bersama agar program yang di wacana tidak gagal”tutup amrun

Baheri, kades Tanjung Putus, kec, Kerkap

Tak jauh berbeda halnya dengan Baheri selaku Kepala Desa Tanjung Putus, Kecamatan Kerkap, BU ia menegaskan Jika FKKD ataupun APDESI tidak bisa menjalankan program dan tidak bisa merangkul anggota lebih baik bubarkan saja.
” lebih baik bubar saja organisasi jika tidak ada  manfaatnya bagi anggota”tuturnya

Selanjutnya Baheri menambahkan, tidak mungkin bisa berjalan suatu organisasi jika ada dua komando, sedangkan anggotanya itu saja,
” kami sebagai anggota organisasi tidak tahu program yang mana harus di dengar dengan adanya dua organisasi membuat kami bingung, cukup  satu organisasi saja yang dijalankan jika tidak semuanya di bubarkan” tutup baheri

Amir Hamzah, kades Gunung Selan, kec. Argamakmur

Hal senada juga disampaikan oleh Amir Hamzah Kades Gunung Selan, Kecamatan Argamakmur, Bengkulu Utara, dan Kades- kades yang lainnya bahwa untuk organisasi APDESI mereka menunggu janji ketua yang terpilih yaitu Muhammad Jafri, pernah mengatakan dalam visi dan misinya saat pemilihan hari Rabu, 12/7/ 23 di aula balai Desa pasar Ketahun,  jika dalam tempo tiga bulan dia menjadi ketua tidak bisa memberi program yang terbaik untuk bersama maka ia siap mundur dari ketua APDESI BU.

Lanjut Amir, Demikian pula halnya dengan ketua FKKD BU saudara Edi Zen, ia berharap agar intropeksi, jika memang tidak mampu menjalankan roda organisasi, lebih baik mundur, mungkin ada dari anggota FKKD yang mampu menjalankan program dan memberikan terobosan dalam organisasi, karena ia  menilai selama hampir dua tahun menjadi ketua belum ada   terobosan yang dilaksanakan sifatnya menguntungkan secara umum bagi anggota yaitu rekan-rekan kepala Desa.
” Kami dari rekan-rekan kepala Desa menunggu janji ketua APDESI saat pemilihan ketua APDESI  bahwa jika selama tiga bulan tidak bisa memberikan program terbaik maka siap mundur, demikian pula dengan ketua FKKD sekiranya tidak mampu menjalankan organisasi lebih baik mundur, mungkin ada dari rekan-rekan  kepala Desa yang lain mampu untuk menjalankan roda organisasi” papar Amir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *